Sunday, June 16, 2013

Aku Pernah Punya Rasa Iri





Seandainya aku tak perlu punya perasaan, saat ini mungkin aku bisa dengan mudahnya membiarkan kamu mati sendirian disana.



Aku pernah mengatakan, diriku penuh dengan segala macam penyakit jiwa dan kenegatifan. Jujur saja, sebenarnya aku juga gak ingin mempunyai perasaan buruk terhadap orang. Tapi ini manusiawi bukan. Aku pernah punya rasa iri terhadapmu, terhadap mereka, terhadap kalian. Tapi aku gak pintar untuk memperlihatkannya, yang ada aku akan terus memendam penyakit itu hingga ia menjadi batu.
Saat aku melihatnya yang bisa dengan mudah berbicara dihadapan orang banyak seakan-akan dialah bintangnya, aku malah merasa iri karena untuk mengungkapkan satu huruf saja rasanya sulit sekali untuk diriku. Ketika aku melihatmu bisa dengan mudahnya menahan airmata dan menyunggingkan senyum diatas lukamu, aku pun memendam rasa iri karena aku tak bisa tersenyum semanis kamu.
Untuk apa kamu melakukan ini? Selalu saja kamu berkata begitu. Dan jawabanku tetap pada satu kalimat, Aku tak tahu. Ya, aku tak pernah tahu, tak pernah mau merasakan semua ini. Aku hanya bisa mengakui saja bahwa aku pernah punya rasa iri, bahwa aku hanyalah sekumpulan pemikiran negatif. Dan aku sudah sangat lelah dengan semua usahaku untuk berubah menjadi orang yang 100 persen positif terhadap lingkunganku, kini aku hanya bisa berdamai dengan semua pemikiran negatif dan penyakit-penyakit jiwa yang menggelayutiku.

Aku iri dengan kamu, yang bisa seenaknya mengatakan "I Don't care."
Aku iri dengan kamu, yang bisa dengan mudahnya mengatakan "Aku membencinya."
Aku iri dengan kamu, yang bisa tenang ketika masalah membelit.
Aku iri dengan kamu, yang mudah sekali bilang "Ini semua salahku." tanpa pernah memikirkan perasaanku

No comments:

Post a Comment