Monday, December 12, 2011

ISTILAH - ISTILAH PERTANIAN


Ajir: batang yang berfungsi sebagai penyangga/tempat bersandar/merambat tanaman atau bisa juga berfungsi sebagai penanda, misalnya: batas petak, baris tanaman

Aklimatisasi: tahap perlakuan penyesuaian lingkungan tumbuh tanaman setelah dari persemaian ke tempat pembesaran

Alelopati : senyawa kimia yang dikeluarkan tumbuhan untuk menghambat pertumbuhan atau bahkan membunuh tumbuhan lain.

anak cabang : tunas baru pada cabang

ARANG SEKAM : sekam yang di bakar


Asam Abscisat (ABA) adalah penghambat pertumbuhan merupakan lawan dari gibberellins: hormon ini memaksa dormansi, mencegah biji dari perkecambahan dan
menyebabkan rontoknya daun, bunga dan buah. Secara alami tingginya konsentrasi asam abscisat ini dipicu oleh adanya stress oleh lingkungan misalnya kekeringan.

Auksin :
- hormon pertumbuhan pemacu akar
- zat aktif dalam system perakaran. Senyawa ini membantu proses pembiakkan vegetatif. Pada satu sel auxins dapat mempengaruhi pemanjangan cell, pembelahan sel dan pembentukan akar. beberapa type auxins aktif dalam konsentrasi yang sangat rendah antara 0.01 to 10 mg/L.

BAKTERISIDA : obat untuk membunuh hama tanaman yang di sebabkan oleh bakteri

bakteri nitrifikasi

adalah bakteri-bakteri tertentu yang mampu menyusun senyawa nitrat dari amoniak yang berlangsung secara aerob di dalam tanah. Nitrifikasi terdiri atas dua tahap

BARE-ROOT :salah satu metode yang digunakan dalam memudahkan transportasi tanaman yang dilakukan dengan membiarkan akar tanpa media

Bedengan: tanah yang ditinggikan dari sekitarnya untuk tempat tumbuh tanaman

BG : black giant (jenis adenium arabicum)

Bibit: semua bagian tanaman yang digunakan untuk perbanyakan/ perkembangbiakan

BLT = bantuan langsung tanaman


Bonsai ......> pohon yang diberi bentuk dan ditanam dalam pot yang dangkal

caudex :
- bonggol : akar yang membesar
- kalo di dunia sikas, harga ditentukan oleh diameter caudex per cm (di Indo) atau per inch (di barat).
misal: ence horridus per cm caudex nya 750rb. kalo diameter bonggolnya 3 cm, maka harganya 750rb x 3 = 2,25jt.


chokkan : batang pokok tegak lurus (5 gaya dasar bonsai)

cocopeat :
- sebuk sabut kelapa / cacahan sabut kelapa
- akar lembut kayak sabut kelapa


Coring: metode dalam budidaya rumput yang digunakan untuk memperbaiki aerasi hamparan rumput dengan melubangi hamparan dengan mata pisau berbentuk batang berlubang atau sendok

cucu cabang : tunas baru pada ranting

cutting : batang yang di potong kemudian di tanam


Cytokinins merangsang pembelahan sel, pertumbuhan tunas, dan mengaktifkan gen serta aktifitas metabolis secara umum.pada saat yang sama cytokinins menghambat pembentukan akar. oleh karenanya cytokinin sangat berguna pada proses kultur jaringan dimana dibutuhkan pertumbuhan yang cepat tanpa pembentukan perakaran. secara umum konsntrasi cytokinin yang digunakan antara 0.1 to 10 mg/L

C/N ratio : perbandingan karbom (C) & N dalam suatu bahan

DC : diamond crown (jenis adenium arabicum)

DESERT ROSE : mawar gurun
dolomit = sodaranya dedemit , dipake buat ngasemin tanah (meningkatkan ph tanah). bentuknya kayak kapur.
Dormansi: tahap dimana benih/bibit/bahan perbanyakan berhenti tumbuh karena lingkungan tumbuh yang tidak sesuai

Dosis: takaran pupuk atau pestisida yang diberikan seluruhnya per satuan luas lahan

Drainase: sistem pembuangan air tanah atau air permukaan baik melalui cara alami maupun buatan

dwarf : pendek, kerdil ( perlakuan pada tanaman)

Eksplan: Bagian / Bahan tanaman yang digunakan untuk ditanam secara kultur jaringan.

embrionik = kemampuan sel2 tanam untuk terus membelah

Embryophyta = tumbuhan tak berpembuluh (lumut2an)

entres :
mata tunas diambil dari cabang yang tumbuh keatas (tunas air), yang merupakan cabang-cabang muda dari bagian yang telah dewasa.

Ethylene merupakan senyawa unik dan hanya dijumpai dalam bentuk gas. senyawa ini memaksa pematangan buah, menyebabkan daun tanggal dan merangsang penuaan. Tanaman sering meningkatkan produksi ethylene sebagai respon terhadap stress dan sebelum mati. Konsentrasi Ethylene fluktuasi terhadap musim untuk mengatur kapan waktu menumbuhkan daun dan kapan mematangkan buah.

ES : extreme shock ( graft sekali jalan pada adenium)

fotosintesis atau asimilasi karbon ialah proses pengubahan zat – zat anorganik H2O dan CO2 oleh klorofil menjadi zat organic karbohidrat dengan bantuan cahaya.

FUNGISIDA : obat untuk membunuh hama tanaman yang di sebabkan oleh fungi / jamur

GB : golden bell (jenis adenium arabicum)

GC : goldencrown (jenis adenium arabicum)

GEN : informasi genetik yang di miliki oleh setiap individu

gelcin : gelombang cinta (anthurium)

Gibberellin :
- hormon pertumbuhan pemacu bunga & buah
- turunan dari asam gibberelat. Merupakan hormon tumbuhan alami yang merangsang pembungaan, pemanjangan batang dan membuka benih yang masih dorman. Ada sekitar 100 jenis gibberellin, namun Gibberellic acid (GA3)-lah yang paling umum digunakan.

Grading: kegiatan memodifikasi permukaan tanah dengan mengurangi dan atau mengisi permukaan tanah asli

grafting :
- menggabungkan batang suatu tanaman dengan batang tananman lain yang sejenis.
- penyatuan dua kultivar yang masing2 membawa bekal sel tersendiri


Gulma: tumbuhan pengganggu tanaman utama atau tumbuhan yang bernilai negatif atau tidak dikehendaki kehadirannya.

hama : wereng, penyakit / gangguan pada tanaman

hand pollynation : perkimpoian silang sejenis yang di sengaja

han kengai : batang pokoknya tumbuh setengah mengelantung (5 gaya dasar bonsai)

HERBISIDA : obat untuk membunuh hama tanaman yang di sebabkan oleh tanaman pengganggu

Hibridisasi : Penyerbukan antara tanaman homosigot

HPT: Hama dan Penyakit Tumbuhan

HST = Hari Setelah Tanam

HYBRID : hasil persilangan dari 2 species

Hydroseeding: metode penanaman rumput dengan cara menyemprotkan campuran benih rumput dan air dengan nozzle pada lahan persemaian. Campuran tersebut bisa ditambah pula dengan pupuk dan mulsa

INSEKTISIDA : Obat untuk membunuh hama tanaman yang di sebabkan oleh binatang yang keliatan oleh mata

INTERNODE : mata tunas yang ada di batang/bekas daun yang rontok

nge-jin
guna nya membuat karakter poon bonsai menjadi tua dan terkesan karakter kuat

: kalium

KALUS : suatu jaringan yang tersusun oleh sel-sel terdediferensiasi yang umumnya dihasilkan oleh jaringan yang luka atau kultur jaringan pada media yang berisi auxin tertentu

kengai : batang pokoknya mengelantung seperti air terjun (5 gaya dasar bonsai)

KHZ : kho hin zon (jenis adenium arabicum)

kimera = tanaman yang memiliki satu sifat

Kloroplas sebagai bahan dasar fotosintesis memiliki energi dari sinar matahari disimpan lalu diubah menjadi molekul dan glukosa

kompos = pupuk organik

Kompot (Compot): Pot/wadah tanaman yang berisi lebih dari dua individu tanaman(Community pot)

kristata ........> kelainan yang terjadi "pecah" pada pucuk tunas,

Kultur jaringan: metode atau teknik mengisolasi jaringan, organ, sel dan menumbuhkannya dalam lingkungan aseptik sehingga berkembang menjadi tanaman sempurna.

leaching = proses pencucian atau penguapan ion

LL = Laboratorium Lapangan

media padat : media yang mudah menyimpan air

media porous : media yang gak menyimpan air terlalu banyak

Mistmaker ; Alat untuk membuat kabut buatan

mixed crop/tumpang sari = suatu usaha menanam beberapa jenis tanaman pada lahan dan waktu yang sama, yang diatur sedemikian rupa dalam barisan-barisan tanaman

MOL : mikro organisme lokal (starter kompos buatan sendiri dari bahan organik)

MOTHER PLANT : pohon indukan

mutasi ........> perubahan bentuk daun, keriting, mengecil, menyempit, dsb


: nitrogen

Naungan: atap, penutup bidang atas tanaman untuk mengurangi atau menutup sama sekali dari pencahayaan

nitratasi = Oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat oleh bakteri nitrat

nitrisasi = Oksidasi amoniak menjadi nitrit oleh bakteri nitrit

nursery : kebun bibit / tempat menanam tanaman muda

obesum : kamboja jepang

okulasi :
Penempelan Mata Tunas : merupakan teknik perbanyak tanaman yang dilakukan secara vegetatif/Okulasi mrpkn menempel mata tunas tanaman ketanaman lain.

OPT: Organisme Pengganggu Tanaman

OTS = Olah Tanah Sempurna

: phospat

PASMAL : pasir malang
pasir malang = pasir yg gede2, tapi ndak segede bata. umumnya dipake buat media sikas.


PBN : petch ban na (jenis adenium arabicum)

Pendangiran: kegiatan menggemburkan tanah sekaligus mengendalikan gulma

perbanyakan secara generatif .......> perbanyakan secara seksual
penyerbukan antara kelamin alat jantan dan alat kelamin betina

Perbanyakan secara vegetatif .......>perbanyakan secara aseksual
perbanyakan diluar perkimpoian misal : setek, cangkok, grafting, okulasi, perundukan, penyusuan, pemisahan anakan,

Pestisida: sebutan umum untuk bahan kimia pengendali organisme pengganggu tanaman

PH Tanah = tingkat keasaman atau basa tanah

Pisau sudip = pisau yg d gunakan buad menstek, okulasi, dan mencangkok tanaman

plant : tanaman / tumbuhan

Plantagar ; Jenis pupuk yg terbuat dari sari/ampas rumput laut.

Planter box: wadah tanaman massal

PLANTET : Anakan tanaman yang telah lengkap memiliki organ daun, batang dan akar hasil kultur jaringan
PMK : petch muang khong (jenis adenium arabicum)

PNW : petch na wang (jenis adenium arabicum)

POC = Pupuk Organik Cair

POG = Pupuk Organik Granol

pollen : benang sari/ serbuk sari / pejantan

Polyamines mempunyai peranan besar dalam proses genetis yang paling mendasar seperti sintesis DNA dan ekspresi genetika. Spermine dan spermidine berikatan dengan rantai phosphate dari asam nukleat. Interaksi ini kebanyakkan didasarkan pada interaksi ion elektrostatik antara muatan positif kelompok ammonium dari polyamine dan muatan negatif dari phosphat.
Polyamine adalah kunci dari migrasi sel, perkembangbiakan dan diferensiasi pada tanaman dan hewan. Level metabolis dari polyamine dan prekursor asam amino adalah sangat penting untuk dijaga, oleh karena itu biosynthesis dan degradasinya harus diatur secara ketat.

Polyamine mewakili kelompok hormon pertumbuhan tanaman, namun merekan juga memberikan efek pada kulit, pertumbuhan rambut, kesuburan, depot lemak, integritas pankreatis dan pertumbuhan regenerasi dalam mamalia. Sebagai tambahan, spermine merupakan senyawa penting yang banyak digunakan untuk mengendapkan DNA dalam biologi molekuler. Spermidine menstimulasi aktivitas dari T4 polynucleotida kinase and T7 RNA polymerase dan ini kemudian digunakan sebagai protokol dalam pemanfaatan enzim


P2BN = Peningkatan Produksi Beras Nasional

PPC = Pupuk Pengkap Cair

P3A = Perkumpulan Petani Pemakai Air

program akar : membentuk/membuat akar sesuai keinginan

program cabang : membentuk/membuat cabang sesuai keinginan

pruning : pemangkasan

PTT = Pengelolaan Tanaman Terpadu

pupuk = bahan kimia atau organisme yang berperan dalam penyediaan unsur hara bagi keperluan tanaman secara langsung atau tidak langsung.

PUTS = Perangkat Uji Tanah Sawah

PUTK = Perangkat Uji Tanah Kering

RCN : rachine pan dok (jenis adenium arabicum)

repotting :
- menanam ke dalam pot.. biasanya sekalian ganti media
- pemindahan taneman dari pot yang sudah padat akarnya ke pot yang lebih besar

Rootballing: salah satu metode yang digunakan dalam memudahkan transportasi tanaman yang dilakukan dengan membungkus bola akar beserta media tumbuhnya


: sulfur

saprotan : sarana produksi pertanian

sedimen = endapan

seed : biji, benih

seedling : bibit

seedpod : tanduk biji : buah pada adenium yang berbentuk melengkung

sekam = kulit padi

Selfing : penyerbukan pada tanaman berumah satu.

semigami ===kelainan yang disebabkan oleh pembuahan abnormal

shakan : bentuk batang pokoknya agak miring (5 gaya dasar bonsai)

sitokinin : hormon pertumbuhan pemacu cabang & tunas


SL = Sekolah Lapangan

Spermatophyta = tumbuhan berbiji
Spike : Tangkai bunga
Sphagnum Moss ; Salah satu jenis campuran media tanam
Spike : Tangkai bunga
split......> pemisahan anakan, pemotongan batang, guna perbanyakan tanaman

SRI = System Rice of Intensification

STANG : tangkai


STARTER : mikroba yang di campurkan dalam bahan pembuatan kompos untuk
mempercepat pengomposan

Steger: struktur penyangga tanaman (biasanya untuk jenis pohon)

Stek: bagian vegetatif dari batang tanaman yang akan berakar untuk membentuk tanaman baru

stigma : putik / tempat pollen di taruh dalam hand pollination

stomata = mulud daun
letag stomata d daun bagian bawah
jadi pada saat kita menyiram tanaman
semprot d bagian bawah daun

stres air : perlakuan pada tanaman dengan cara di siram air yang banyak
kemudian di biarkan tanpa di siram dalam rentang waktu tertentu

sucker ........> anakan dalam ordo cycadales (sikas)

tabulampot : tanaman buah dalam pot

tachiki : batang pokok tegak dan berliku-liku (5 gaya dasar bonsai)

TAIKAM : pupuk kandang dari kotoran kambing
TAISAP : pupuk kandang dari kotoran sapi

TAMER : tanah merah

Tanah (soil): tubuh alam yang berasal dari hancuran batuan dan bahan organik

Tanaman Transgenik: tanaman yang direkayasa genetik menjadi tanaman baru dengan gen2 pembawa sifat yang berbeda dati tanaman asal. Itungannya kayak mutasi genetik yang direkayasa gitu.
Thrips ; Jenis hama tanaman. biasanya menyerang daun dan bunga yg awalnya menjadi keperak-perakan hingga menjadi kekuning2an (karat).
Topdressing: tindakan menebarkan campuran tanah secara tipis dan merata ke permukaan hamparan rumput untuk mendapatkan hamparan yang halus dan rata dengan mengisi ruang antar stolon, memperbaiki dekomposisi dan menimbun stolon atau tunas dalam tindakan perbanyakan vegetatif

TOT = Tanpa Olah Tanah
Tracheophyta = tumbuhan berpembuluh

tracking : menarik batang, cabang & ranting sesuai posisi yang diinginkan

TRAINER : perawat / pembentuk tanaman sehingga tanaman menjadi lebih baik
(biasanya untuk tanaman bonsai)
Training: Tindakan pengaturan tumbuh tanaman agar sesuai yang diinginkan

Transgenik: perubahan genetik.

TREATMENT : perlakuan / perawatan pada tanaman secara khusus

TS : thaisoco (jenis adenium arabicum)

uh = unsur hara

variegata ........> kelainan warna daun yang menyimpang dari warna aslinya (abnormal)

varietas = suatu populasi tanaman dalam satu spesies yang menunjukkan ciri berbeda yang jelas

varietas hibrida = adalah tipe kultivar yang berupa keturunan langsung dari persilangan antara dua atau lebih

VUB = Varietas Unggul Baru

VUTB = Varietas Unggul Type Baru

VUTW = Varietas Unggul Tahan Wereng

wiring : membentuk / mengarahkan batang, cabang & ranting dengan di liliti
kawat khusus

Zat perata/perekat : merupakan suatu senyawa kimia yang berfungsi untuk
memberikan penetrasi suatu insektisida/fungsida
/bakterisida/pupuk cair ke bagian permukaan tanaman,

ZPT: Zat Pengatur Tumbuh

Friday, November 11, 2011

PENGANTAR EKONOMI PERTANIAN





PENGANTAR EKONOMI PERTANIAN
Ilmu ekonomi Pertanian merupakan cabang ilmu yang relatif baru. Bila ilmu ekonomi modern dianggap lahir bersamaan dengan penerbitan karya Adam Smith yang berjudul The Wealth of Nation pada tahun 1776 di Inggris, maka ilmu ekonomi pertanian baru dicetuskan untuk pertamakalinya pada awal abad 20, tepatnya setelah terjadi depresi pertanian di Amerika pada tahun 1890. Di Amerika Serikat sendiri mata kuliah Rural Economics mula-mula diajarkan di Universitas Ohio pada tahun 1892, menyusul kemudian Universitas  Cornell yang memberikan mata kuliah Economics of Agriculture pada tahun 1901 dan Farm Management pada tahun 1903. Sejak tahun 1910 beberapa universitas di Amerika Serikat telah memberikan kuliah-kuliah ekonomi pertanian secara sistematis. Di Eropa ekonomi pertanian dikenal sebagai cabang dari ilmu pertanian. Penggubah ilmu ekonomi pertanian di Eropa adalah Von Der Goltz yang menuliskan buku Handbuch der Landwirtshaftlichen Bertriebslehre pada tahun 1885 (Mubyarto, 1979).
Di Indonesia mata kuliah ekonomi pertanian pada awalnya diberikan pada fakultas-fakultas pertanian dengan tradisi pengajaran Eropa oleh para Guru Besar Ilmu Pertanian antara lain Prof. Iso Reksohadiprojo dan Prof. Ir. Teko Sumodiwirjo. Pada perkembangan berikutnya ilmu ekonomi pertanian semakin memperoleh tempat setelah pembentukan Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) pada bulan Februari 1969 di Ciawi, Bogor. Sejak itu pengakuan atas profesi baru ini berlangsung makin cepat sejalan dengan dilaksanakannya Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita I) yang dicanangkan pada tanggal 1 April 1969.
Karakteristik Ilmu Ekonomi Pertanian
Dari ilustrasi historis di atas diperoleh dua gambaran utama ialah bahwa ilmu ekonomi pertanian bersumber pada dua jenis cabang ilmu: Ilmu Pertanian atau usahatani dan Ilmu Ekonomi. Dengan demikian saat makna konseptual ilmu ekonomi pertanian dipertanyakan, ada beberapa alternatif jawaban. Salah satu jawaban yang paling sering dilontarkan adalah bahwa ekonomi pertanian merupakan aplikasi prinsip-prinsip  ilmu ekonomi di bidang pertanian. Jawaban ini  benar meski dalam pengertian yang sempit. Mengapa? Sebab definisi di atas tidak mampu merepresentasikan muatan ekonomi, sosial serta isu-isu lingkungan hidup yang sebagaimana kita ketahui sangat lekat dengan masalah-masalah ekonomi pertanian. Persepsi bahwa ekonomi pertanian semata-mata mencakup praktek-praktek produksi pertanian dan peternakan tidak dapat dibenarkan sebab ruang lingkup ekonomi pertanian juga menyentuh aktivitas perekonomian yang jauh lebih luas, khususnya yang berkaitan dengan industri bahan pangan dan serat. Oleh karena itu sebelum mendefinisikan ekonomi pertanian perlu dikaji terlebih dahulu ruang lingkup ilmu ekonomi dan peran sektor pertanian dalam perekonomian secara umum. Selanjutnya karena ekonomi pertanian dapat dipandang sekaligus sebagai cabang ilmu-ilmu pertanian dan ilmu ekonomi, maka ekonomi pertanian haruslah mencakup analisis ekonomi dari proses teknis produksi serta hubungan-hubungan sosial dalam produksi pertanian.
Definisi dan Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi Pertanian
Ekonomi: Makna Terminologis
Makna terminologis ilmu ekonomi yang utama berkaitan dengan masalah pilihan. Konsumen misalnya harus menetapkan pilihan atas beberapa jenis barang yang ingin dikonsumsinya. Konsumen senantiasa berupaya memaksimalkan kepuasan dengan keterbatasan sumberdaya finansial yang mereka miliki. Kita semua, terlepas dari siapa dan apa peran kita harus mengambil keputusan mengalokasikan waktu yang kita miliki untuk bekerja atau tidak. Kita juga harus mengambil keputusan apakah akan membelanjakan uang kita atau menabung saja. Produsen di sisi lain juga harus mengambil keputusan dalam aktivitas produksinya. Tujuan produsen adalah memaksimalkan profit dengan keterbatasan modal usaha yang mereka punyai pada tingkat harga jual produk mereka di pasar.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa baik konsumen maupun produsen selalu menggunakan analisis biaya dan manfaat dalam proses pengambilan keputusan atas tindakan yang bermotif ekonomi. Ada dua alasan yang melatarbelakangi perilaku ini yaitu:
1.    Kelangkaan Sumberdaya
Konsep kelangkaan merujuk pada terbatasnya kuantitas ketersediaan sumberdaya dibandingkan dengan kebutuhan relatif masyarakat. Sumberdaya yang langka dapat dikategorikan ke dalam tiga kelompok yaitu:
·         Sumberdaya alam dan biologis : lahan, deposit mineral dan minyak bumi adalah beberapa contoh sumberdaya alam. Kualitas sumberdaya ini berbeda antar wilayah. Di beberapa wilayah misalnya, lahan yang tersedia sangat subur, namun di wilayah lain hampir tidak dapat ditanami apapun meski lahan tersebut mengandung deposit mineral. Contoh lain dapat diamati pada kasus meningkatnya keresahan masyarakat merespon ketersediaan air yang semakin langka. Isu-isu sumberdaya  alam lain dihubungkan dengan keterbatasan sumberdaya biologi seperti ternak, satwa liar, serta keragaman hayati.
·         Sumberdaya manusia: merujuk pada jasa yang disediakan oleh tenaga kerja termasuk ketrampilan wirausaha dan manajemen. Sumberdaya manusia hingga batas tertentu termasuk sumberdaya yang langka meskipun angka pengangguran di negara yang bersangkutan tidak sama dengan nol. Suplai jasa tenaga kerja merupakan fungsi tingkat upah dan penggunaan waktu luang (leisure). Sektor agrobisinis tidak akan mampu mempekerjakan seluruh jasa tenaga kerja yang tersedia pada tingkat upah yang dikehendaki. Bentuk formasi sumberdaya manusia lainnya adalah kemampuan manajemen yang antara lain menyediakan jasa kewirausahaan, misalnya membentuk perusahaan baru, renovasi dan atau ekspansi perusahaan yang telah ada, proses pengambilan resiko, supervisi atas alokasi sumberdaya finansial perusahaan, dan sebagainya.
·         Sumberdaya olahan: kategori sumberdaya yang ketiga ini disebut juga sebagai sumberdaya kapital (modal). Sumberdaya kapital meliputi mesin-mesin dan peralatan produksi, yang tidak habis sekali pakai.

Kelangkaan merupakan konsep yang relatif. Negara yang memiliki pendapatan per kapita tinggi pun harus menghadapi masalah kelangkaan sumberdaya sebagaimana halnya negara-negara miskin. Perbedaannya terletak pada seberapa besar kelangkaan sumberdaya yang mereka hadapi dan kemampuan untuk mengatasi problematika yang timbul akibat kelangkaan tersebut.
Penanganan yang tepat atas kelangkaan sumberdaya relatif ini kemudian melahirkan konsep spesialisasi. Melalui pemilikan sumberdaya yang spesifik, dapat diproduksi output unggulan yang relevan, yang selanjutnya dapat saling dipertukarkan dalam perekonomian pasar.
1.    Proses pengambilan keputusan atas beberapa alternatif pilihan
Kelangkaan sumberdaya memaksa konsumen dan produsen untuk menetapkan pilihan. Penetapan pilihan mengandung dimensi waktu. Pilihan konsumen yang ditetapkan hari ini akan berdampak pada kehidupan mereka di masa mendatang. Demikian pula bagi pengusaha. Keputusan yang mereka tetapkan saat ini akan sangat mempengaruhi profitabilitas perusahaan di masa yang akan datang.
Selain itu proses pengambilan keputusan juga erat kaitannya dengan biaya peluang (opportunity cost). Biaya peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi misalnya adalah sama dengan nilai pendapatan yang seharusnya diperoleh bila seseorang memilih bekerja dan tidak melanjutkan pendidikannya. Biaya peluang seorang konsumen yang membeli stereo set seharga satu juta rupiah sama dengan suku bunga yang ia terima dari bank seandainya ia mendepositokan uang tersebut.
Di luar waktu, kelangkaan sumberdaya dan biaya peluang, adakalanya proses  pengambilan keputusan juga dibatasi oleh pertimbangan-pertimbangan non ekonomi misalnya aspek politik, hukum dan moralitas serta etika.
DEFINSI ILMU EKONOMI
Ekonomi adalah ilmu sosial yang mempelajari perilaku konsumen, produsen dan masyarakat pada umumnya dalam melakukan pilihan atas sejumlah alternatif pemanfaatan sumberdaya dalam proses produksi, perdagangan, serta konsumsi barang dan jEkonomi Pertanian: Antara
Perspektif Mikro dan Makro Ekonomi serta Ekonomi Positif dan Normatif

Setelah pengertian mengenai ilmu ekonomi diberikan, hal lain yang perlu diketahui adalah pembagian ilmu ekonomi menjadi dua bidang utama yaitu ilmu ekonomi makro dan mikro. Mikro ekonomi mempelajari perilaku ekonomi individual atau kelompok pelaku ekonomi yang spesifik. Misalnya ekonomi mikro mengkaji bagaimana perilaku produsen telur, konsumen beras, bagaimana harga telur di pasar ditetapkan. Mikroekonomi mengabaikan keterkaitan antar pasar dengan mengasumsikan bahwa semua determinan di luar lingkup analisis tidak berubah(ceteris paribus). Makro ekonomi di sisi lain memusatkan kajiannya pada perekonomian secara agregat, seperti pertumbuhan produk domestik bruto, kesenjangan antara PDB potensial dan PDB aktual, trade off antara pengangguran dan inflasi, dan sebagainya. Meskipun ekonomi makro dan mikro mempelajari perilaku pelaku ekonomi dari sudut yang berbeda, tak ada pertentangan di antara keduanya.
Baik analisis makro ekonomi maupun mikro ekonomi keduanya digunakan dalam ekonomi pertanian. Beberapa pokok bahasan ekonomi pertanian yang dipelajari dari perspektif mikro ekonomi adalah teori perilaku konsumen, teori produksi, perilaku pasar, teori biaya dan analisis distorsi harga. Sedangkan aspek makro ekonomi yang dipelajari dalam ekonomi pertanian antara lain adalah pasar barang dan output nasional,siklus bisnis, pasar uang dan kebijakan moneter, kebijakan fiskal dan perimbangan APBN serta teori-teori tentang perdagangan internasional.

Karena bidang kajian ekonomi pertanian mencakup spektrum masalah yang cukup luas, di mana aspek kebijakan, isu-isu lingkungan dan sosial juga dipelajari maka ilmu ekonomi  kemudian dibedakan menjadi ilmu ekonomi positif dan normatif. Ilmu ekonomi positif mempelajari realitas ekonomi apa adanya atau dengan kata lain menjawab pertanyaan “what is?”, sementara ilmu ekonomi normatif mencoba menjawab “what should be?” – apa yang seharusnya dilakukan? Kedua proposisi ilmiah tersebut, baik positif maupun normatif sangat diperlukan terutama dalam kaitannya dengan berbagai upaya formulasi kebijakan di sektor agrobisnis.
Definisi dan Ruang Lingkup Pertanian
Pertanian memegang peranan penting dalam pembangunan ekonomi. Pemanfaatan sumberdaya yang efisien pada tahap-tahap awal proses pembangunan menciptakan surplus ekonomi melalui sediaan tenagakerja dan formasi kapital yang selanjutnya dapat digunakan untuk membangun sektor industri.
Pertanian atau usahatani hakekatnya merupakan proses produksi di mana input alamiah berupa lahan dan unsur hara yang terkandung di dalamnya, sinar matahari serta faktor klimatologis (suhu, kelembaban udara, curah hujan, topografi dsb) berinteraksi melalui  proses tumbuh kembang tanaman dan ternak untuk menghasilkan output primer yaitu bahan pangan dan serat alam.
Ada beberapa jenis pertanian berdasarkan perkembangannya yaitu:
1.    Pertanian ekstraktif, yaitu pertanian yang dilakukan dengan hanya mengambil atau mengumpulkan hasil alam tanpa upaya reproduksi. Pertanian semacam ini meliputi sektor perikanan dan ekstraksi hasil hutan.
2.    Jenis pertanian kedua adalah pertanian generatifyaitu corak pertanian yang memerlukan usaha pembibitan atau pembenihan, pengolahan, pemeliharaan dan tindakan agronomis lainnya. Berdasarkan tahapan perkembangannya pertanian generatif dibedakan menjadi dua kelompok yaitu:
a)    Perladangan berpindah (shifting cultivation), merupakan salah satu corak usahatani primitif di mana hutan ditebang-bakar kemudian ditanami tanpa melalui proses pengolahan tanah. Corak usahatani ini umumnya muncul wilayah-wilayah yang memiliki kawasan hutan cukup luas di daerah tropik. Sistem perladangan berpindah dilakukan sebelum orang mengenal cara mengolah tanah.
b)   Pertanian menetap (settled agricultured) yaitu corak usahatani yang pada awalnya dilakukan di kawasan yang memiliki kesuburan tanah cukup tinggi sehingga dapat ditanami terus menerus dengan memberakan secara periodik.

Selanjutnya berdasarkan ciri ekonomis yang lekat pada masing-masing corak pertanian dikenal dua kategori pertanian yakni pertanian subsisten dan pertanian komersial. Pertanian subsisten ditandai oleh ketiadaan akses terhadap pasar. Dengan kata lain produk pertanian yang dihasilkan hanya untuk memenuhi konsumsi keluarga, tidak dijual. Pertanian komersial berada pada sisi dikotomis pertanian subsisten. Umumnya  pertanian komersial menjadi karakter perusahaan pertanian (farm) di mana pengelola usahatani telah berorientasi pasar. Dengan demikian seluruh output pertanian yang dihasilkan seluruhnya dijual dan tidak dikonsumsi sendiri.
Selain karakteristik pertanian sebagaimana yang telah dipaparkan di atas, berdasarkan ciri pengelolaannya dikenal adanya konsep pertanian dalam arti luas dan sempit.
Pertanian dalam arti luas mencakup:
1.    Pertanian dalam arti sempit yaitu pertanian rakyat dan
2.    Perkebunan
3.    Kehutanan
4.    Peternakan
5.    Perikanan

Pertanian dalam makna sempit atau pertanian rakyat adalah usahatani yang dikelola oleh petani dan keluarganya. Umumnya mereka mengelola lahan milik sendiri atau lahan sewa yang tidak terlalu luas dan menanam berbagai macam tanaman pangan, palawija dan atau hortikultura. Usahatani tersebut dapat diusahakan di tanah sawah, ladang dan pekarangan. Hasil yang mereka panen biasanya digunakan untuk konsumsi keluarga, jika hasil panen mereka lebih banyak dari jumlah yang mereka konsumsi mereka akan menjualnya ke pasar tradisional. Jadi pertanian dalam arti sempit dapat dicirikan oleh sifat subsistensi atau semi komersial. Ciri lain pertanian rakyat adalah tidak adanya spesifikasi dan spesialisasi. Mereka biasa menanam berbagai macam komoditi. Dalam satu tahun musim tanam petani dapat memutuskan untuk menanam tanaman bahan pangan atau tanaman perdagangan.
Keputusan petani untuk menanam bahan pangan terutama didasarkan atas kebutuhan pangan keluarga, sedangkan bila mereka memutuskan untuk menanam tanaman perdagangan faktor-faktor determinan yang mempengaruhi pengambilan keputusan tersebut antara lain adalah iklim, ada tidaknya modal, tujuan penggunaan hasil penjualan tanaman tersebut dan ekspektasi harga. Jenis komoditi perdagangan rakyat meliputi tembakau, tebu rakyat, kopi, lada, karet, kelapa, teh, cengkeh, vanili, buah-buahan, bunga-bungaan dan sayuran.
Di samping mengusahakan komoditi-komoditi di atas, pertanian rakyat juga mencakup usahatani sampingan yaitu peternakan, perikanan dan pencarian hasil hutan. Bila pendapatan seorang petani sebagian besar diperoleh dari sektor perikanan maka ia disebut nelayan. Namun demikian ciri subsistensi atau semi komersial tetap lekat pada pertanian rakyat baik usahatani tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan maupun kehutanan.
Adapun bila usahatani, perkebunanan, peternakan, perikanan dan kehutanan telah dilakukan secara efisien dalam skala besar dengan menerapkan konsep spesialisasi komoditi maka karakteristik pertanian bergeser ke arah komersialisasi dan dikenal dengan istilah perusahaan pertanian atau farm. Perkebunan yang dikelola secara komersial dikenal sebagai plantation.Dalam peternakan dikenal istilah ranch untuk peternakan sapi yang dikelola secara profesional, demikian seterusnya.
Dari latar belakang historis dan karakteristik ilmu ekonomi pertanian di atas, maka ilmu ekonomi pertanian dapat didefinisikan sebagai salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari perilaku petani tidak saja dalam kehidupan profesionalnya namun juga mencakup persoalan ekonomi lainnya yang secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan produksi, pemasaran dan konsumsi petani atau kelompok-kelompok tani.
DEFINISI ILMU EKONOMI PERTANIAN:

Ilmu Ekonomi Pertanian adalah bagian ilmu ekonomi umum yang mempelajari fenomena-fenomena serta persoalan-persoalan yang berhubungan dengan pertanian baik mikro maupun makro
Peran Ekonomi Pertanian

Aplikasi ilmu ekonomi di sektor pertanian dalam kompleksitas perekonomian pasar tentunya melibatkan beragam aktivitas baik di level mikro maupun makro ekonomi. Pada level mikro pakar ekonomi produksi pertanian umumnya memberikan kontribusi dengan meneliti permintaan input dan respon suplai. Bidang kajian pakar pemasaran pertanian terfokus pada rantai pemasaran bahan pangan dan serat dan penetapan harga pada masing-masing tahap. Pakar pembiayaan ekonomi pertanian mempelajari isu-isu  yang erat kaitannya dengan pembiayaan bisnis dan suplai modal pada perusahaan agrobisnis. Sedangkan pakar ekonomi sumberdaya pertanian berperan pada bidang kajian tentang pemanfaatan dan pelestarian sumberdaya alam. Pakar ekonomi lainnya mempelajari penyusunan program pemerintah atas suatu komoditi dan dampak penetapan kebijakan pemerintah baik terhadap konsumen maupun produsen produk pertanian.
Pada level makro minat para pakar terarah pada bagaimana agribisnis dan sektor pertanian pada umumnya mempengaruhi perekonomian domestik dan dunia. Selain itu juga dipelajari bagaimana kejadian-kejadian khusus atau penetapan kebijakan tertentu di pasar uang dapat mempengaruhi fluktuasi harga bahan pangan dan serat alam. Untuk kepentingan ini, biasanya ekonom menggunakan pendekatan formulasi model berbasis analisis komputerisasi.
11 November 2011:
Catatan penulis:  Pada Program Studi Agribisnis, Mata Kuliah Pengantar Ekonomi Pertanian diberikan untuk mahasiswa semester 1.