Tuesday, February 5, 2013

LAPORAN INDIVIDU KKN UNIVERSITAS NUKU TAHUN 2011


BAB I
P E N D A H U L U A N

Bangsa Indonesia Sebagai salah satu Negara berkembang di Kawasan Asia Tenggara  tidak terlepas dari pengaruh Global baik dari segi Persaingan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Permanfaatan Sumber Daya Manusia dan Sumber daya Alam, maupun “ Sistem dan tatanan Pemerintahan” yang  di terapkan. Hal ini menuntut bangsa Indonesia  perlu melakukan perubahan – perubahan mendasar agar dapat bersaing dengan negara – negara berkembang lainnya di kawsan Asia Tenggara.
Sejalan dengan tujuan – tujuan perubahan tersebut diatas Oleh pemerintah Pusat menggulirkan  Undang – undang Otonomi daerah, dimana pemerintah Pusat memberikan Kewenangan kepada Daerah Otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakt setempat menurut prakarsa sendiri dan berdasarkan aspirasi masyarak setempat.
Hal ini kemudian dimanfaatkan oleh pemerintahan Daerah mulai dari Pemerintah Propinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, maupun ditingkat Kelurahan / Desa  sebagai implementasi dari Ketentuan pasal 200 ayat (3) Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa dan Pasal 13 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2006 tentang  Pembentukan, Penghapusan Desa dan Perubahan Status Desa mejadi Kelurahan.  Perubahan dalam sistem Pemerintah berimbas pada perubahan pola pikir dan semangat pembangunan yang selalu mendasari setiap gerak langkah masyarakat suatu daerah tanpa Kecuali.
Kota Tidore Kepulauan, sebagai suatu Pemerintahan  yang lahir  dari amanat Undang – undang Otonomisasi Daerah yang ditetapkan dengan  Undang – undnag Nomor 1 tahun 2003, terus menata sistem Pemerintahan agar  sejalan dengan semangat perubahan  serta Dalam rangka perwujudan good gover mance yang salah satu aspeknya adalah akuntabilitas maka Pemerintah Kota Tidore Kepulauan  dituntut untuk dapat beroperasi berefisiensi, efektif dan resif passive terhadap aspirasi masyarakat,  serta mendekatkan Pelayanan Pemerintah kepada masyarakat  sehingga terwujudnya pemerintah yang baik.
Sasaran dari kebijakan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan adalah menata Kelembagaan yang berada dibawahnya termasuk Pemekaran Kecamatan Baru, Peningkatan Status Desa menjadi Kelurahan, maupun Pemekaran Kelurahan Baru di wilayah Pemerintah Kota Tidore Kepulauan  sehingga pada giliranya mampu menciptakan pemerintahan yang  akuntabel sehingga tercapainya good gover nance sebagai tolak ukur keberhasilan pemerintahan itu sendiri.
Salah satu perwujudan dari Pemerintahan yang good gover mance serta Pemerintahan yang Akuntabilitas, maka segala bentuk aspirasi masyarakat, termasuk masyarakat diwilayah desa akeguraci diakomodir Oleh pemerintah dan DPRD Kota Tidore Kepulauan, hal ini didasari oleh semangat Perubahan pembangunan menuju pencapaian cita-cita Pemekaran.
Semangat Pencapaian Pemekaran terebut lahir dari asumsi masyarakat yang   melahirkan hakikat Pemekaran, yakni Kita dimekarkan untuk maju, kita dimekarkan untuk mandiri dan kita dimekarkan untuk berkembang, jangan layu sebelum berkembang.
BAB II
KEADAAN WILAYAH

2.1    Letak dan Luas Wilayah
Desa Akeguraci yang berada dalam wilayah Pemenitahan Kecamatan Oba Tengah, dimana Sebelum dimekarkan menajadi sebuah Desa.  Desa akeguraci mulanya adalah merupakan wilayah dari Desa Akelamo  (sekarang Kelurahan Ake Lamo).
Secara singkat dapat disebutkan bahwa, Desa Akeguraci memiliki  dua dusun, dan enam Rukun Tetangga (RT) dengan Jumlah Penduduk    jiwa, dengan perincian Laki-laki  77 Jiwa dan Perempuan   77 Jiwa  dengan Jumlah Kepala Keluarga 77   KK memiliki luas wilayah 7777 Ha  dengan  mata pencaharian  penduduk rata-rata adalah  Petani, yang secara Geogarfis terletak dibagian tengah daratan Oba.
Adapun Batas-bataswilayah Kelurahan Gubukusuma adalah sebagai berikut :
a.    Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Ake Sai.
b.    Sebelah Selatan Berbatsan dengan Desa Togeme
c.    Sebelah Timur Berbatasan Dengan  Hutan dan Perkebunan Masyarakat
d.   Sebelah Barat berbatasan dengan Laut Halmahera.



2.2    Topografi dan Keadaan Tanah
Secara Topografi, Keadaan Tanah di Desa Akeguraci tergolong masih Subur dan belum tercemar, ini  dapat dibuktikan dengan kehidupan masyarakat setempat yang rata-rata menggantungkan sumber Pendapatan Keluraga dari sektor ini serta pemanfaatan Sumur Galian sebagai sarana untuk mencukupi kebutuhan akan air barsih bagi penduduk setempat.

BAB III
KEADAAN PENDUDUK

3.1  Keadaan Penduduk Menurut Gender
Menurut Jenis Kelamin / Gender Penduduk Desa Akeguraci  dapat terlihat sesuai tabel di bawah ini.
Tabel 3.1 Jumlah Penduduk Menurut Gender
No.
Jenis kelamin
Jumlah
1.
2
Laki-laki
Perempuan
541 Jiwa
 482 Jiwa
Total Penduduk
 1032 Jiwa
Sumber: Kantor Desa Akeguraci

3.2  Keadaan Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan
Kesadaran masyarakat Desa Akeguraci akan pentingnya arti pendidikan tergolong kurang baik, hal ini dapat dilihat dari kisaran antara yang berpendidikan dan yang putus sekolah/  tidak sekolah tidak sebanding. Adapun perinciannya sebagai berikut :
Tabel 3.2 Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan
No
Tingkat Pendidikan
Jumlah
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Putus Sekolah/ tidak bersekolah
Taman Kanak-Kanak
Sekolah Dasar
SMP / SLTP
SMA / SLTA
Diploma / D1-D3
Sarjana (S1)
100 jiwa
30 jiwa
120 jiwa
40 jiwa
20 jiwa
5 jiwa
2 jiwa
Jumlah Total
323 jiwa
Sumber: Kantor Desa Akeguraci
3.3  Menurut Agama
Menurut  Agama yang dianut  masyarakat Desa Akeguraci, Kecamatan Oba Tengah  yang sangat menjunjung  tinggi nilai adat seatoran, maka secara keseluruhan memeluk Agama Islam (100 %)

3.4  Menurut Mata Pencaharian
Luasnya lahan yang tersedia dan didukung dengan kadar kesuburan tanah yang sangat baik, maka secara umum tingkat pendapatan keluarga sangat bergantung pada sektor pertanian  untuk lebih jelas dapat di lihat pada tabel dibawah ini

Tabel 3.3 Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencarian
No
Mata Pencaharian
Jumlah
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Petani
P N S
TNI POLRI
Nelayan
Pedagang
Pertukangan
Pensiunan
330 orang
4 orang
2 orang
299 orang
2 orang
10 orang
2 orang
Jumlah Total
650 orang
Sumber: Kantor Desa Akeguraci












BAB IV
MASALAH YANG  DIHADAPI

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, bahwa Desa yang Baru tentunya  masih banyak hal yang perlu dibenahi  oleh pemerintah maupun masyarakat di Desa Akeguraci, hal ini membutuhkan perpaduan  visi dan  misi  pemerintahan serta koherelasi sikap dan pola pikir masyarakat dalam  membangun Desa  ini kedepan.
Dari segi aspek pemerintahan  kurangnya tenaga pelayan masyarakat (Pegawai) yang ditempatkan di Desa Akeguraci  sangat berpengaruh pada efektifitas dan efisiensi pelayanan masyarakat, hal ini bila tidak segera   dipenuhi akan berimbas pada penurunan partisipasi masyarakat, dari segi Bidang Pemberdayaann Masyarakat, kurangnya pembinaan dari Instansi terkait juga berdampak bagi kehidupan sosial kemasyarakatan di Desa ini, sebagai salah satu contoh belum maksimalnya kinerja  Lembaga Pemberdayaan Masyarakat sangat berpengaruh pada tingkat keikutsertaan lembaga ini dalam menata Administrasi Pemerintahan.
Selain itu kurangnya kesadaran dan pengetahuan tentang bagaimana menganalisis pendapatan hasil usaha tani,  serta  minimya semangat, maupun minat dalm bersekolah mendorong kami melakukan kegiatan dimaksud, selain itu dapat memberikan nilai plus bagi para kelompok tani, dan menjadi motivasi bagi para pelajar akan pentingnya bersekolah.

BAB V
RENCANA KEGIATAN

Guna mengatasi sebagian persolan yang di hadapi masyarakat maupun Pemerintah yang ada di Desa Akeguraci  kami melakukan berbagai kegiatan diantaraanya  penyuluhan analisis pendapatan usaha pada kelompok tani makaeling dusun fanaha, desa akeguraci (Wajib) serta pemutaran film bernuansa pendidikan untuk pelajar SD-SMA (Pilihan)
Rencana Kerja terlampir
1.    Waktu Pelaksanaan
Adapun Waktu Pelaksanaan dari kedua kegiatan yang disebutkan diatas adalah minggu ke II sampai dengan minggu III (terlampir / format 1 & 2).
2.    Lokasi  Kegiatan
Lokasi Kegiatan diatas berlokasi di dua tempat yaitu di rumah kepala dusun sumae dan rumah ketua kordinator kelompok tani makaeling dusun fanaha.
3.    Sumber Dana
Sumber dana untuk membiayai semua kegiatan ini berasal dari kas Mahasiswa, pemerintah kota tikep dan sumbangan dari Masyarakat ( Swadaya )
4.    Yang  terlibat
Kegiatan ini melibatkan unsur masyarakat terutama pemuda, pelajar, petani serta stake holder/ pemerintah desa setempat.


BAB VI
PEMBAHASAN
Dari sekian banyak problem yang di temui, pada lokasi pengabdian mahasiswa kkn, yakni di khususkan pada minimnya pengetahuan petani menyangkut menejemen usaha tani, serta kurangnya semangat anak-anak dalam mengecam pendidikan, maka di pandang perlu penulis dan teman-teman untuk melakukan kegiatan penyuluhan analisis pendapatan usaha tani dan pemutaran film bernuansa pendidikan “alangkah lucunya negeri ini”. Selain dari pada itu harapan dari penyelenggaraan kegiatan ini semoga memberikan suatu terobosan positif, guna menangani permasalahan yang di maksud sesuai dengan rencana program kerja yang telah di sepakati bersama.

BAB VII
P E N U T U P

7.1    Kesimpulan
Setelah melaksanakan program kerja mahasiswa KKN UNNU, dari hasil pengamatan kami selama 55 hari di lokasi KKN atau kurang lebih 2 ( dua ) bulan, maka kami dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :
1.    Secara umum pelaksanaan KKN di Desa Akeguraci dapat berjalan dengan baik serta terjalin kordinasi yang baik antara aparatur Desa/ Dusun maupun masyarakat dengan mahasiswa KKN. Hal ini dapat digambarkan lewat sikap kegotong-royongan dan swadaya yang ditampakan.
2.    Masyarakat telah memahami akan pentingnya pembangunan pedesaan. Hal ini dapat dilihat pada partisipasi masyarakat dalam membantu melaksanakan program-program yang telah disepakati dengan mahasiswa KKN, baik itu fisik maupun Non fisik.
3.    Mahasiswa KKN adalah motifator dan sekaligus inovator antara semua sistem dalam masyarakat didalam mengembangkan potensi pembangunan di setiap Desa.
4.    Pengabdian pada masyarakat yang merupakan Tri Darma Perguruan Tinggi adalah sebagai wujud nyata dari peran serta mahasiswa dalam pembangunan yang dilaksanakan dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN).

7.2    Saran
Dengan melihat keadaan selama di lokasi KKN, maka yang menjadi saran kami adalah :
1. Universtas Nuku agar harus terus melakukan sosialisasi, agar supaya masyarakat lebih mengenal Universitas Nuku.  
2.    Untuk melancarkan program kerja yang telah dicanangkan, membutuhkan kerja sama yang baik dari berbagai pihak baik itu masyarakat, Pemerintah Desa/ Dusun dan seluruh elemen yang ada.
3.  Masyarakat Desa Akeguraci agar tetap mempertahankan sikap Kegotong-royongan dan swadaya yang dimiliki. 
4. Untuk mencapai hasil yang optimal, maka penempatan mahasiswa KKN perlu diadakan observasi lapangan dengan sebaik-baiknya. Agar mahasiswa KKN dalam menjalankan program kerjanya dapat berjalan dengan baik.
 

No comments:

Post a Comment